- Laba Rugi Perusahaan
Dengan adanya pembukuan yang baik / sesuai PSAK, tentunya dapat diketahui dengan tepat apakah tiap bulan perusahaan mampu mencetak laba atau tidak, dan seberapa besar nilainya. Pada laporan ini dapat diketahui breakdown / detail jumlah omset secara total ataupun per sales, hingga biaya apa saja yang mendominasi atau biaya yang dikeluarkan mampu meningkatkan kemajuan usaha atau malah merupakan pemborosan
- Kondisi Keuangan
Bagian ini biasa bisa dilihat di laporan neraca. Jadi dapat dilihat apakah sebuah perusahaan pada tiap akhir bulan. Neraca sendiri dijelaskan sebagai Aktiva = Pasiva + Ekuitas. Aktiva sederhananya adalah seluruh harta perusahaan yang dapat diconvert menjadi uang / mengurangi hutang, termasuk di dalamnya, jumlah kas bank, piutang usaha, stok, piutang lainnya hingga aktiva tetap seperti kendaraan dan bangunan dll. Kemudian Aktiva ini sederhananya keberadaannya timbul / didanai / bersumber dari Pasiva / Hutang kepada pihak lain, baik itu bank, supplier dll dan juga dari Modal usaha sendiri beserta laba ditahan dari usaha yang tersisa di perusahaan. Banyak pihak yang mengabaikan hal ini, padahal sebuah usaha sehat / tidak dan terkait planning dll mesti melihat pada bagian ini.
- Arus Kas
Pada laporan arus kas, dapat dilihat perputaran uang yang digunakan tiap bulan apakah kebanyakan sumbernya dari mana, dan dihabiskan di mana saja. Hal ini juga dapat dijadikan acuan informasi untuk perusahaan, sebenarnya berapa yang perlu disediakan perusahaan agar perputaran usaha tidak terganggu, atau bila merencanakan investasi berapa sisa dana yang dapat digunakan. Dalam hal jumlah kas yang agak ketat, laporan ini jg bs membantu merem beberapa pengeluaran yang tidak terlalu urgent.
- Analisa Finansial
Dari beberapa laporan yang disebutkan di atas sebenarnya sudah cukup dijadikan dasar untuk melakukan analisa – anailisa sederhana terkait keuangan perusahaan. Misalnya, apakah produk yang dijual selama ini menguntungkan, dan seberapa besar? Kemudian apakah ada biaya-biaya yang tidak wajar, atau bahkan ada fraud (misalnya saldo kas yang cenderung semakin besar), perencanaan stok dengan kemampuan keuangan perusahaan dan proyeksi penjualan yang dapat dicapai perusahaan dsb.
- Tax Planning
Dengan pembukuan yang layak dan dapat diandalkan serta update, maka tax planning menjadi jauh lebih mudah. Perusahaan mungkin menjadi tidak perlu lagi membayar denda-denda karena salah lapor, telat lapor dan denda karna kesalahan pencatatan di pembukuan yang tidak sesuai peraturan di perpajakan.
- Audit
Berdasarkan data pembukuan dapat dilakukan audit seperti stok, piutang, hutang, kas dll. Sehingga dapat dibuat perbandingan sebenarnya laporan keuangan dan fisik apakah sesuai atau tidak. Bila terdapat selisih misalnya stok yang hilang, kas yang jauh lebih kecil fisiknya atau bahkan piutang yang masih muncul di pembukuan tapi fisik bonnya sudah tidak ada lagi di bagian piutang. Tanpa adanya laporan pembukuan, hasil audit bisa menjadi sia-sia karna tidak ada perbandingan data apakah hasil auditnya benar / tidak.
- Kontrol
Laporan pembukuan pada dasarnya adalah summary dari seluruh kegiatan usaha yang dibentuk dalam susunan akun dan angka. Dengan adanya laporan yang rutin, update dan benar, maka tentu saja control menjadi sangat mudah, misalnya control piutang apakah ada yang sudah jatuh tempo dan belum tertagih, apakah stok di Gudang masih cukup untuk mengcover waiting sales order yang ada dan terproyeksi, apakah ada stok di Gudang yang sudah expired/bad stok, apakah ada stok yang tidak laku/stok mati sehingga dana usaha tertimbun di stok tsb. Ini hanya beberapa contoh umum yang sederhana tapi sering menjadi fatal karena tidak dilakukan control.
- Dasar penyusunan strategi usaha
Dengan situasi usaha, baik dari segi sosial, ekonomi dan politik, apalagi pada zaman yang sangat tidak pasti saat ini, perusahaan yang tidak dikelola dengan baik dari segi keuangan, operasional dan pembukuan, bisa berakibat fatal karena tidak ada informasi penting yang dimiliki untuk membuat rencana/strategi baik untuk bersaing atau survive dari keadaan genting yang bisa saja tiba-tiba terjadi. Sebuah usaha yang efisien cenderung memiliki daya tahan yang baik dan juga lebih mampu bersaing serta mampu terus maju.
Inilah 8 poin dasar yang membuat laporan keuangan menjadi penting. Lalu apakah sudah terlalu telat untuk sebuah usaha untuk memulai bila sebelumnya tidak memiliki pembukuan standar. Tentu tidak. Lebih baik terlambat atau tidak sama sekali. Dengan memiliki pembukuan yang baik, paling tidak, perusahaan bisa mulai melakukan 8 poin kegiatan penting di atas, dan pelan-pelan memperbaiki ketahanan usaha dan daya saing dengan unit usaha sejenis lainnya. Lalu apa yang dibutuhkan untuk memulai pembukuan yang baik ?
- 1. Aplikasi yang memadai (Accurate dapat menjawab kebutuhan ini)
- 2. Trainer Aplikasi yang handal, yang memahami tidak hanya mengenai aplikasi pembukuan tapi juga praktik pembukuan sebenarnya serta mengenal bisnis proses usaha dengan baik (Alpha Solusindo memiliki seluruh kriteria ini)
Semoga artikel ini dapat bermanfaat
Salam Pembukuan
